Penyakit Infeksi Emerging  Dan Potensi Kejadian Luar Biasa Wabah

Penyakit Infeksi Emerging Dan Potensi Kejadian Luar Biasa Wabah

Penyakit Infeksi Emerging (PIE) adalah penyakit  yang terjadi pada manusia yang merupakan penyakit baru atau penyakit yang sebelumnya terjadi yang mengalami peningkatan signifikan dalam dua decade terakhir berpotensi menimbulkan gangguan Kesehatan Masyarakat yang sifatnya sangat serius.  Ancaman ini semakin kompleks dengan adanya perubahan iklim, penginkatan mobilitas manusia antarnegara, serta degradasi ekosistem yang memperluas kontak antara manusia dengan hewan/zoonosis.

Kementerian Kesehatan RI melalui Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) secara rutin menerbitkan laporan situasi mingguan sebagai bagian dari system kewaspadaan dini nasional. Laporan ini mencakup situasi global dari 18 jenis PIE, kondisi penyakit nasional berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) serta respon yang telah dilakukan.

Laporan Minggu ke 24 Tahun 2026 disusun berdasarkan data yang dikumpulkan hingga tanggal 20 Juni 2026. Tiga fokus minggu ini adalah wabah Ebola di RD Kongo dan Uganda yang ditetapkan sebagai PHEIC, kasus konfirmasi virus nipah di Kerala India, serta perkembangan influenza tipe A (H3N2) Subklade K ditingkat global dan nasional.

 

SITUASI GLOBAL PENYAKIT INFEKSI EMERGING

1. Wabah Ebola

Hingga 18 Juni 2026, kumulatif kasus mencapai 915 konfirmasi dengan 234 kematian konfirmasi dengan persentasi angka kematian mencapai 25,6% yang tersebar di RD Kongo (896 kasus) dan Uganda (19 kasus).  Kasus di Uganda memiliki riwayat perjalanan dari Kongo atau kontak langsung dengan kasus konfirmasi.

2. Penyakit Virus Nipah

Virus nipah memiliki Tingkat kemataian yang sangat tinggi sebesar 40-75% dan belum tersedia vaksin maupun pengobatan spesifik. Pada 11 Juni 2026, National Institute of Virology (NIV) di Pune mengkonfirmasi satu kasus penyakit virus nipah pada seorang laki laki berusia 43 Tahun di Kerala, India. Di Indonesia, hingga saat ini belum pernah dilaporkan kasus konfirmasi namun terdapat 16 suspek sepanjang 2024-2026 yang seluruhnya terbukti negatif.

3. Situasi Covid 19

Pada minggu epidemiologi ke 24 Tahun 2026, tercatat penambahan kasus covid 19 sebanyak 1.817 kasus konfirmasi dan 50 kematian di seluruh dunia dengan total kasus mencapai 410.899 kasus. Negara negara dengan  penambahan sebaran kasus covid 19 terbanyak di Kawasan ASEAN Adalah Cina, Indonesia, dan Korea Selatan.

KESIMPULAN

Situasi Penyakit Infeksi Emerging pada minggu ke 24 Tahun 2026 menunjukkan kondisi yang memerlukan kewaspadaan tinggi baik dalam Tingkat global maupun nasuional. Beberapa poin penting yang perlu kita ketahui :

  • Wabah Ebola di RD Kongo dan Uganda berstatus PHEIC dengan 915 konfirmasi dan 234 kematian merupakan ancaman regional yang perlu terus dipantau meskipun risiko importasi ke Indonesia dinilai rendah.
  • Kasus penyakit virus nipah di India mengingatkan Kembali atas potensi wabah dari kelelawar buah. Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan menginta adanya populasi kelelawar buah yang luas.
  • Influenza A(H3N2) Subclade K/ Super Flu  memerlukan pemantauan aktif karena telah terdeteksi di 15 provinsi Indonesia, meskipun tidak menunjukkan peningkatan keparahan klinis.
  • Beban penyakit berbasis komunitas (ISPA, diare, dengue, malaria) tetap menjadi prioritas penanganan utama karena volume kasusnya yang sangat besar.

 

REKOMENDASI BAGI MASYARAKAT

Berdasarkan analisis situasi, berikut rekomendasi bagi Masyarakat umum yang perlu diketahui :

  • Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu selalu mencuci tangan dengan sabun/  hand sanitizer dan menerapkan etika batuk/ bersin.
  • Gunakan masker apabila mengalami gejala pernafasan ( pilek/ batuk) atau termasuk kelompok rentan seperti lansia dan komorbid.
  • Lakukan vaksinasi influenza musiman bagi kelompok beresiko tinggi seperti tenaga Kesehatan, lansia, ibu hamil dan komorbid.
  • Menghindari kontak dengan hewan yang diduga sakit atau mati mendadak untuk mencegah zoonosis (rabies, antraks, flu burung).

Segera periksa ke fasilitas Kesehatan apabila mengalami gejala demam, batuk dan nyeri tenggorokan atau gejala pernafasan lainnya.

 

REKOMENDASI BAGI MASYARAKAT

Berdasarkan analisis situasi, berikut rekomendasi bagi Masyarakat umum yang perlu diketahui :

  • Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu selalu mencuci tangan dengan sabun/  hand sanitizer dan menerapkan etika batuk/ bersin.
  • Gunakan masker apabila mengalami gejala pernafasan ( pilek/ batuk) atau termasuk kelompok rentan seperti lansia dan komorbid.
  • Lakukan vaksinasi influenza musiman bagi kelompok beresiko tinggi seperti tenaga Kesehatan, lansia, ibu hamil dan komorbid.
  • Menghindari kontak dengan hewan yang diduga sakit atau mati mendadak untuk mencegah zoonosis (rabies, antraks, flu burung).
  • Segera periksa ke fasilitas Kesehatan apabila mengalami gejala demam, batuk dan nyeri tenggorokan atau gejala pernafasan lainnya.

 

REFERENSI

  • Kementerian Kesehatan RI 2026/ Situation Report Penyakit Infeksi Emerging dan Potensial KLB/ Wabah Mingg uke-24 Tahun 2026. Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit, Jakarta.
  • Kementerian Kesehatan RI 2026. Data SKD (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon Minggu ke-23 Tahun 2026)
  • World Health Organization 2026. Disease Outbreak News-Ebola Virus Disease in Democratic Republic of Congo and Uganda.
  • World Health Organization 2026. Nipah Virus Infection- India. Disease Outbreak News.
  • WHO Flunet/GISAID 2026. Global Influenza A (H3N2) Subclade K Surveilance. Geneva:WHO.
  • Africa CDC 2026. Outbreak Brief: Ebola Disease 2026.
Share
WhatsApp
BALAI BESAR KEKARANTINAAN KESEHATAN TANJUNG PRIOK - Berkomitment sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)     •     BALAI BESAR KEKARANTINAAN KESEHATAN TANJUNG PRIOK - Berkomitment sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)